|
Sistem pengujian kendaraan bermotor atau di lapangan sering di sebut keur (baca kir) merupakan salah satu sub sistem dari sistem transportasi jalan darat yang sangat berperan dan menentukan dalam mewujudkan suatu sistem transportasi jalan yang efisien.
Tolak ukur efisiensi yag di maksud antara lain mencakup pencapaian beberapa kriterai di antaranya adalah sebagai berikut :
- Biaya ( finansial ).
- Waktu.
- Penghematan energi.
- Jaminan penyediaan kendaraan bermotor yang memenuhi standar yang disepakati baik dalam cakupan nasional, regional maupun internasional.
- Jaminan keselamatan penggunaan fasilitas kendaraan bermotor baik untuk manusia maupun barang.
- Proteksi dampak penggunaan kendaraan bermotor terhadap pencemaran lingkungan.
Peran sistem pengujian dalam pencapaian kriteria tersebut adalah sangat menentukan, walaupun dalam implementasinya akan menghadapai berbagai masalah yang sangat kompleks, karena memerlukan suatu penanganan yang terpadu dalam memastikan kelaikan jalan seluruh kendaraan bermotor secara berkesinambungan, sejak berada pada tahapan prototype desain, selanjutnya pada tahapan produksi dan kemudian pada tahapan operasional kendaraan bermotor.
Secara teknis, keberhasilan peran sub sistem pengujian kendaraan bermotor dalam sistem transportasi jalan dapat dicerminkan melalui jaminan tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi standar-standar tertentu secara konsisten sepanjang masa operasional. Standar tersebut diantaranya meliputi standar keselamatan, standar proteksi terhadap pencemaran lingkungan dan standar kinerja efisiensi penggunaan energi. Sistem pengujian yang ideal pada akhirnya akan mewujudkan suatu kondisi sistem transportasi jalan sebagai berikut :
- Meningkatnya efisiensi biaya transportasi yang berhubungan dengan mobilitas manusia dan barang.
- Minimalnya distorsi kelancaran lalu lintas jalan yang dikarenakan jaminan terhadap kelaikan jalan dari seluruh kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan.
- Mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh faktor teknis kendaraan bermotor.
- Terkendalinya pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor.
- Merangsang penggunaan bahan bakar yang aman bagi kesehatan dan lingkungan.
- Berkurangnya tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor teknis kendaraan bermotor.
- Tersosialisasinya criteria laik jalan pada penggunaan kendaraan bermotor di jalan.
- Rangsangan terhadap perkembangan teknologi kendaraan bermotor yang relevan terhadap standar kelaikan jalan yang ditentukan, dikarenakan tuntutan kebutuhan pasar dan regulasi yang berkembang secara dinamis.
- Berkembangnya sistem pengujian kendaraan bermotor yang sejalan dengan harmonisasi sistem pengujian kendaraan bermotor secara global.
Idealnya, kualitas kelaikan jalan dan emisi gas buang kendaraan bermotor dapat diciptakan melalui 2 lembaga, yaitu :
- Industri kendaraan bermotor dan komponennya yaitu melalui proses desain dan produksi.
- Lembaga perawatan kendaraan bermotor, melalui sistem perawatan yang berkesinambungan.
Sedangkan fungsi lembaga pengujian kendaraan bermotor didalam konteks tersebut adalah berperan sebagai lembaga kontrol yang mengendalikan sejauh mana jaminan kualitas kelaikan jalan dan emisi gas buang kendaraan bermotor yang diproduksi dan dirawat adalah sesuai dengan yang semestinya. Dimana didalam pelaksanaannya menggunakan acuan standar tertentu yang disepakati bersama baik dalam skala domestik, regional maupun global. Dalam pengertian tersebut standard adalah bahasa satu-satunya yang dapat mengakomodasikan kepentingan pihak-pihak yang terkait, seperti pemerintah, industri otomotif, bengkel perawatan / pemeliharaan, lembaga pengujian kendaraan bermotor dan pemilik kendaraan bermotor.
Efektifitas fungsi kontrol melalui pengujian kendaraan bermotor terletak pada 3 (tiga) aspek penting, yaitu :
- Peralatan uji yang support terhadap teknologi kendaraan bermotor sehingga mampu menilai performansi kendaraan bermotor.
- Tenaga penguji yang profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi otomotif dan teknologi alat uji sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai seorang decision marker yang menetapkan sebuah kendaraan berada dalam kondisi laik jalan atau tidak.
- Mekanisme pelaksanaan uji yang efisien dan transparan sehingga memudahkan pemilik kendaraan bermotor untuk menguji kendaraannya serta memperoleh pelayanan yang optimal.
Selamat berbisnis, sukses untuk anda...
|